JANJI KASIH BUKAN JANJI DUSTA

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, kembali bersama belajar di sini tentang "JANJI KASIH BUKAN JANJI DUSTA".
Sebuah tema yang diambil dari satu kalimat kebenaran dari pemazmur demikian: "Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku." (Ps119.50)
Satu kalimat kebenaran yang memiliki nilai Janji Kasih yang memberi pemahaman untuk selalu bertindak menepatinya sesuai waktu yang diyakini untuk meneguhkannya dan membuat yang menerimanya beroleh penghiburan dan kekuatan untuk menjalani kehidupannya.

Tema ini penulis titik fokuskan kepada ALLAH agar mengerti bahwa ALLAH bukanlah Iblis. Akan tetapi, tema ini juga bisa mengajarkan kita untuk memiliki karakter Allah.

Janji merupakan sebuah kata pengikat sebagai komitmen bahwa hal itu akan dilakukan. Entah waktunya saat dijanjikan hari itu, besok atau lusa. Seperti dalam Kamus Bahasa dijelaskan bahwa janji itu berarti ucapan yang menyatakan kesediaan atau kesanggupan untuk bertindak.

Oleh karena itu, dalam kehidupan ini, sesuai dengan perkataan kebenaran yang dipegang orang-orang kudus Yesus dalam tulisan raja Salomo sebagai berikut:
"Kalau engkau berjanji kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah janjimu. Lebih baik engkau tidak berjanji dari pada berjanji tetapi tidak menepatinya. Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?"

Adapun diawal dari perkataan kebenaran yang ditulis oleh raja Salomo demikian: "Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit."

Seperti pepatah dunia mengatakan: "Sedikit bicara, banyak bertindak!" (Talk less do more).

Saudara-saudari terkasih, orang-orang kudus Yesus, penulis mengajak belajar bersama disini dengan tema: "Janji Kasih Bukan Janji Dusta" dengan maksud beroleh pemahaman bahwa janji merupakan pernyataan kasih yang dapat menghibur dan menghidupkan semangat seseorang menuju kepada pengharapan akan masa depannya. Apalagi ketika janji itu diteguhkan dengan tindakan penyataan. Hal ini dapat membawa seseorang berpegang pada kebenaran janji itu dan mendapat kehidupannya. Bukan sebaliknya. Yaitu berjanji untuk membunuh pengharapan dan membawanya terhilang dari kehidupan yang seharusnya menjadi bagian dia yang dijanjikan.

Hal ini berarti adalah bahwa seseorang telah mengumbar janji untuk menghancurkan harapan dan hidup seseorang yang lainnya.

Sebagai orang-orang kudus yang beroleh pembenaran dalam Yesus Kristus Tuhan, tidaklah layak untuk berlaku demikian.

Memang ada tertulis perkataan kebenaran dalam catatan nabi Yeremia demikian: "Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!""

Dalam konteks pembahasan penulis, adalah mengajak untuk berhati-hati mengucapkan janji agar tidak menjadi dosa bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Jika telah berani mengucapkan janji, maka berlakukanlah janji itu sebagai Janji Kasih bukan Janji Dusta!

Mengapa?
Karena setiap janji yang diucapkan adalah merupakan perkataan dihadapan Allah yang dapat membawa orang yang berjanji atau orang yang menerima janji itu sama-sama beroleh berkat kebaikan Allah atau kehilangan berkat kebaikan-Nya.

Tapi, penulis rindu mengajak saudara-saudari yang menerima janji khususnya, untuk menaruhkan setiap harapan dan kehidupan yang terkandung dalam janji itu ke dalam kehendak dan kebaikan kasih dan kuasa Allah.
Dan bagi saudara-saudari yang berjanji atau yang mengucapkan janji untuk melangkah menepati janji itu. Nyatakanlah bahwa kasih Allah ada didalam kehidupan anda karena anda ada dalam Kristus dan Kristus di dalam anda.
Bagi keduanya, yang berjanji dan yang menerima janji, takutlah akan Tuhan. Serahkanlah hidup anda kepada Dia yang memelihara dan menghidupkan pengharapan anda kepada Kemuliaan-Nya dan ke dalam Terang-Nya.

Seperti syair lagu: "Janji-Mu"
Janji-Mu Tuhan, menghidupkanku
Your Vowes Lord, given me a life
Janji-Mu Tuhan, meneguhkanku
Your Vowes Lord, affirms me in Your Truth
Ku berjalan dalam pengharapan
I am walking in hopefulness
Akan Kemuliaan-Mu
Into Your Glory Lord
  Janji-Mu Tuhan, menghidupkanku
  Your Vowes Lord, given me a life
  Janji-Mu Tuhan, meneguhkanku
  Your Vowes Lord, affirms me in Your Truth
  Ku berjalan dalam Terang-Mu
  I am walking in Your Lightness
  Dalam Cah'ya Kemuliaan-Mu
  Into Your Glorious Light
Ku bersyukur, kepada-Mu
I give thanksful, to You Lord
Ku bermazmur hanya bagi-Mu Yesus
I sing glory only to You Jesus
Kasih setia-Mu, menghiburku
Your faithful love, comforts me
Dan ku berpegang pada Firman-Mu
And I holding in Your Words

Jadi, tetaplah percayalah kepada Allah yang berjanji dan pasti menepati janji-Nya dalam Kristus Yesus. Dan bagi saudara-saudari yang pernah berjanji penuhilah janji itu sebagai wujud anda mengerti kasih Allah. Jangan pernah berjanji dan mengingkarinya dengan alasan apapun. Dan jika berjanji kepada manusia, lakukanlah dalam kasih. Dan jika ternyata janji itu terpaksa harus dibatalkan, maka lakukanlah atas dasar kasih juga.

Lakukanlah dua hukum yang terutama dalam kekristenan.

Salam Kasih dan Kebenaran dalam Kesempurnaan Kristus Yesus Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kasih dan Kebenaran yang Sempurna