BERTUMBUH KEMBALI DALAM JANJI TUHAN
Salam
Sejahtera Orang-Orang Kudus Yesus Kristus Tuhan. Kembali penulis menyapa dengan
pembelajaran Firman Tuhan tentang bagaimana kita Bertumbuh Kembali (Re-Grow)
Dalam Janji Tuhan yang diambil dari pemberitaan hamba Tuhan Yesus Kristus yang
diurapi yakni Pdm. R.R. Penulis telah mendapat persetujuan dan ijin
beliau untuk mengutip keseluruhan pemberitaannya dan memadukannya dengan gaya tulisan penulis.
Beliau
mengulas tentang Bertumbuh Kembali Dalam Janji Tuhan.
Bertumbuh
Kembali Dalam Janji Tuhan memberi pengertian bahwa sebelumnya sudah pernah
tumbuh, tetapi kemudian mengalami sesuatu entah itu kematian atau stagnan atau
adanya sesuatu hal yang membuat tidak
bertumbuh, dan sekarang harus bertumbuh kembali.
Beliau
menjadikan Firman Tuhan dalam Surat Paulus kepada Jemaat di 1 Tesalonika 5
ayatnya yang ke 23 dan 24 sebagai pedoman untuk kita mengerti bagaimana kita
bisa Bertumbuh Kembali Dalam Janji Tuhan.
Bagi
beliau, Janji Tuhan adalah sebuah kekuatan yang membuat
dirinya dan juga pastinya bagi orang-orang kudus Tuhan Yesus Kristus dapat
Bertumbuh Kembali dalam Pengharapan akan Kehidupannya. Sebuah kekuatan yang
membuat kita orang-orang Kudus Kristus
Yesus Tuhan dapat bertumbuh dan berakar kuat dan menghasilkan buah-buah
kehidupan bagi hidupnya dan bagi lingkungan hidupnya. Yang mana hal tersebut
dapat mempengaruhi lingkungan di sekitar kehidupan mereka untuk memahami bahwa
Tuhan Yesus Kristus kita adalah Janji Yang Menghidupkan Pengharapan dan Memberi
Kemuliaan sebagai penyataan bahwa Dia ada di dalam setiap orang-orang kudus-Nya
dan mereka ada di dalam Kristus Tuhan.
Dalam
pembahasan beliau melalui Surat Paulus tersebut, diulas beberapa cara untuk mempertahankan
kehidupan untuk tetap bisa Hidup Bertumbuh Kembali Dalam Janji Tuhan.
Namun, sebelum masuk pada cara tersebut, ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:
Kekudusan merupakan suatu karya Allah kepada umat pilihan-Nya yang dahulu dinyatakan dan diberlakukan bagi Israel. Sehingga Israel menjadi Bangsa yang terpilih dan menjadi biji mata-Nya. Bangsa yang terpisahkan dari bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Demikian pun berlaku bagi orang-orang kudus Yesus Kristus Non Israel, yakni saudara saudari pembaca dan penulis termasuk pemberita Firman-Nya yang pemberitaannya penulis kutip dan bagikan di blog ini sebagai pembelajaran bersama.
Kekudusan ALLAH dalam Kristus Yesus Tuhan dapat dihidupkan kembali (Re-Grow) di dalam kehidupan kita. Dan tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bagi orang-orang percaya-Nya. Mungkin di antara kita ada yang masih berpikir dosaku sangat besar dan bahkan teralu banyak. Dapatkah aku dikuduskan kembali oleh Kristus Yesus Tuhan? Sepertinya tidak mungkin hal itu akan terjadi.
Tapi seperti yang tertulis dalam Firman Tuhan ayat 24 pada Surat Paulus kepada Jemaat di 1 Tesalonika 5 tersebut merupakan penyataan Janji Allah dalam Kristus Yesus Tuhan yang pasti. Sebuah Janji dari keseluruhan Janji-Nya yang adalah YA dan Amin. Sebuah pernyataan yang tidak perlu diragukan lagi kekuatan kuasanya. Karena itu, tinggalkanlah dosa secara tegas, bukan sedikit demi sedikit. Akuilah dengan berani. Mengapa? (1) Karena pemutusan hubungan dengan dosa membuat kita bisa hidup bagi Allah sehingga kita tidak keluar dari Sumber Kehidupan kita yaitu ALLAH Bapa dalam Kristus Yesus Tuhan. (2) Karena ALLAH akan dan telah memberikan Roh-Nya kepada kita untuk kita tetap terjaga dan terpelihara dalam kekudusan sampai Tuhan Yesus datang menjemput kita.
Janji Tuhan adalah Janji Yang Menghidupkan. Dan Dia akan meneguhkan Janji-Nya agar kita tetap berjalan dalam Pengharapan dan Kemuliaan yang membuat kita tetap berada bersama Sang Sumber Kehidupan. Dan kita bisa bertumbuh dengan benar dalam kebenaran janji-janji-Nya.
Untuk kita bisa hidup dalam Kekudusan, kita harus berani memutuskan dosa. Dan kita perlu memiliki keberanian untuk terbuka.
Dalam pemberitaan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdm. R.R., beliau menyaksikan kehidupannya di masa lalu dimana beliau mengakui bahwa beliau bukanlah orang yang kebal terhadap dosa. Meskipun dosa yang dilakukannya bukanlah merupakan habit (habit = sebuah kebiasaan yang pernah dan selalu dilakukan). Beliau melakukan satu dosa dengan seseorang. Dan beliau berusaha merekonsiliasinya. Memang sungguh sangat sulit. Sehingga membutuhkan waktu yang panjang. Tetapi beliau MAU taat untuk hidup dalam kekudusan. Dan suatu ketika, beliau memutuskan untuk berani melangkah karena Kekuatan Janji Allah Yang Menghidupkan dan Meneguhkannya itu bergaung dihati-Nya sebagai LOGOS yang Hidup bukan hanya sebagai RHEMA.
Mengapa dikatakan demikian? Karena LOGOS itu berbeda dengan RHEMA meskipun artinya sama-sama perkataan (Lihat Yunani Yoh.12.48 "..... perkataan-Ku = rhema, ..... firman = logos). LOGOS itu merupakan kepemilikan Sang Pemilik Otoritas Tertinggi dan hanya berorientasi kepada perkataan Dia dan perkataan tentang Dia yaitu Firman Allah. Sedangkan RHEMA merupakan perkataan pemberita tentang Dia yang adalah Firman. Jadi kalau Logos itu perkataan yang bertujuan hanya untuk kehidupan manusia. Tapi Rhema itu perkataan yang memerlukan pengujian terhadap kebenarannya.
Kembali kepada pembahasan penulis mengenai pemberitaan beliau tentang Janji ALLAH. Mengapa beliau menekankan bahwa Janji Allah adalah sebuah kekuatan yang menghidupkan dan meneguhkan? Karena, dalam Perjanjian Lama, saat Tuhan mengucapkan Janji-Nya kepada Abraham bahwa melalui keturunannyalah, Abraham dijadikan sebagai Bapa segala bangsa, ALLAH mengucapkan Firman-Nya dalam janji itu dengan Sumpah. Sumpah demi Diri-Nya sebagai Sang Pencipta dan Pemilik Kehidupan. Dialah Ego Eimi. Dia bersumpah demi Diri-Nya karena tidak ada yang lain yang lebih tinggi dari Diri-Nya. Karena itu Dia sanggup menjadikan seluruh janji-Nya itu sebagai Janji YA dan AMIN. Karena itulah Janji-Nya bersyarat. Tetapi Kasih-Nya tidak bersyarat. Persyaratannya hanya "Percaya".
Mengapa disampaikan demikian?
Karena untuk menerima janji Allah, ada hal-hal yang perlu kita lakukan untuk itu.
Sedangkan untuk menerima Kasih Allah, kita tidak dapat melakukan sesuatu apapun untuk menerimanya. Kasih itu adalah anugerah Allah semata. Seperti ada tertulis: “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” Dan untuk menerima Kasih Allah, kita hanya perlu PERCAYA SAJA kepada Yesus Kristus. Bahwa Dia, Yesus Kristus Tuhan adalah Allah Sang Pencipta yang telah rela menjadi manusia dan menyerahkan Diri-Nya untuk mati di kayu salib buat penebusan dosa kita.
Dan untuk kita dapat tetap hidup dalam kekudusan, kita perlu menjaga hubungan dengan Allah dalam Kristus Yesus Tuhan. Sehingga keseluruhan hidup kita yaitu roh-jiwa-tubuh kita tetap terpelihara sempurna dan tidak bercacat sampai pada kedatangan Tuhan yang kedua.
Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan itu memerdekakan kita dari segala kutuk, ikatan, atau dari kematian. Hidup dalam kebenaran Firman Tuhan tidak akan membuat kita seperti anak yang terhilang yang dituliskan dalam perumpamaan Firman Tuhan.
Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan membuat kita hidup dalam pengharapan yang menghidupkan. Pengharapan itu konotasinya berbicara juga tentang iman. Karena pengharapan itu adalah fondasi kita tetap berjalan dalam iman kepada Kristus Yesus Tuhan. Karena itu ketika Tuhan datang, Ia akan melihat masih adakah orang-orang-Nya hidup dalam pengharapan kepada-Nya atau memiliki iman kepada-Nya.
Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan membuat kita hidup dalam kemuliaan dan berjalan terus dalam terang-Nya yang akan menerangi hati kita menuju pada janji-janji-Nya yang YA dan AMIN.
Mengapa Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan?
Seluruh Kebenaran Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Karena itu, kita wajib menghidupi keseluruhan dari Firman Tuhan itu. Bukan sebagian dari Firman Tuhan. Karena kita berada dalam Perjanjian Baru, lalu kita hanya belajar dan menghidupi Firman Tuhan dalam Perjanjian Baru saja. TIDAK! Tuhan Yesus Kristus datang bukan untuk meniadakan Perjanjian Lama. Tetapi menggenapinya. Bagaimana kita bisa hidup sungguh-sungguh dalam Perjanjian Baru kalau kita tidak belajar hidup dari Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama? Apakah Firman Tuhan itu berubah dari Perjanjian Lama menjadi Perjanjian Baru saja? TIDAK!
Karena itu, kita harus Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan. Karena Seluruh Kebenaran Firman Tuhan adalah Kasih-Kebenaran dan Kesempurnaan. Karena itu, Firman Tuhan itu tidak akan berubah dari dahulu, sekarang sampai ke masa yang akan datang. Selama-lamanya, tidak akan berubah.
Tujuannya kita Hidup Dalam Seluruh Firman Tuhan adalah (1) untuk kita tetap berada dan berjalan di jalur yang Tuhan Allah telah tetapkan, (2) untuk kita tidak tersesat ataupun terhilang atau bahkan menjadi penyesat, (3) untuk kita tetap berada dalam pengharapan sehingga kita berjalan dari satu iman kepada iman yang lain dan dari kemuliaan kepada kemuliaan, (4) untuk kita memahami cara beroleh seluruh kepenuhan janji-janji-Nya bagi kita dalam Kristus Yesus yang adalah Firman Yang Awal dan Yang Akhir, (5) untuk kita tetap berada dalam komunitas yang benar.
- Hal Pertama yang perlu diperhatikan adalah Senantiasa Hidup Dalam Kekudusan.
Kekudusan merupakan suatu karya Allah kepada umat pilihan-Nya yang dahulu dinyatakan dan diberlakukan bagi Israel. Sehingga Israel menjadi Bangsa yang terpilih dan menjadi biji mata-Nya. Bangsa yang terpisahkan dari bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Demikian pun berlaku bagi orang-orang kudus Yesus Kristus Non Israel, yakni saudara saudari pembaca dan penulis termasuk pemberita Firman-Nya yang pemberitaannya penulis kutip dan bagikan di blog ini sebagai pembelajaran bersama.
Kekudusan ALLAH dalam Kristus Yesus Tuhan dapat dihidupkan kembali (Re-Grow) di dalam kehidupan kita. Dan tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bagi orang-orang percaya-Nya. Mungkin di antara kita ada yang masih berpikir dosaku sangat besar dan bahkan teralu banyak. Dapatkah aku dikuduskan kembali oleh Kristus Yesus Tuhan? Sepertinya tidak mungkin hal itu akan terjadi.
Tapi seperti yang tertulis dalam Firman Tuhan ayat 24 pada Surat Paulus kepada Jemaat di 1 Tesalonika 5 tersebut merupakan penyataan Janji Allah dalam Kristus Yesus Tuhan yang pasti. Sebuah Janji dari keseluruhan Janji-Nya yang adalah YA dan Amin. Sebuah pernyataan yang tidak perlu diragukan lagi kekuatan kuasanya. Karena itu, tinggalkanlah dosa secara tegas, bukan sedikit demi sedikit. Akuilah dengan berani. Mengapa? (1) Karena pemutusan hubungan dengan dosa membuat kita bisa hidup bagi Allah sehingga kita tidak keluar dari Sumber Kehidupan kita yaitu ALLAH Bapa dalam Kristus Yesus Tuhan. (2) Karena ALLAH akan dan telah memberikan Roh-Nya kepada kita untuk kita tetap terjaga dan terpelihara dalam kekudusan sampai Tuhan Yesus datang menjemput kita.
Janji Tuhan adalah Janji Yang Menghidupkan. Dan Dia akan meneguhkan Janji-Nya agar kita tetap berjalan dalam Pengharapan dan Kemuliaan yang membuat kita tetap berada bersama Sang Sumber Kehidupan. Dan kita bisa bertumbuh dengan benar dalam kebenaran janji-janji-Nya.
Untuk kita bisa hidup dalam Kekudusan, kita harus berani memutuskan dosa. Dan kita perlu memiliki keberanian untuk terbuka.
Dalam pemberitaan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdm. R.R., beliau menyaksikan kehidupannya di masa lalu dimana beliau mengakui bahwa beliau bukanlah orang yang kebal terhadap dosa. Meskipun dosa yang dilakukannya bukanlah merupakan habit (habit = sebuah kebiasaan yang pernah dan selalu dilakukan). Beliau melakukan satu dosa dengan seseorang. Dan beliau berusaha merekonsiliasinya. Memang sungguh sangat sulit. Sehingga membutuhkan waktu yang panjang. Tetapi beliau MAU taat untuk hidup dalam kekudusan. Dan suatu ketika, beliau memutuskan untuk berani melangkah karena Kekuatan Janji Allah Yang Menghidupkan dan Meneguhkannya itu bergaung dihati-Nya sebagai LOGOS yang Hidup bukan hanya sebagai RHEMA.
Mengapa dikatakan demikian? Karena LOGOS itu berbeda dengan RHEMA meskipun artinya sama-sama perkataan (Lihat Yunani Yoh.12.48 "..... perkataan-Ku = rhema, ..... firman = logos). LOGOS itu merupakan kepemilikan Sang Pemilik Otoritas Tertinggi dan hanya berorientasi kepada perkataan Dia dan perkataan tentang Dia yaitu Firman Allah. Sedangkan RHEMA merupakan perkataan pemberita tentang Dia yang adalah Firman. Jadi kalau Logos itu perkataan yang bertujuan hanya untuk kehidupan manusia. Tapi Rhema itu perkataan yang memerlukan pengujian terhadap kebenarannya.
Kembali kepada pembahasan penulis mengenai pemberitaan beliau tentang Janji ALLAH. Mengapa beliau menekankan bahwa Janji Allah adalah sebuah kekuatan yang menghidupkan dan meneguhkan? Karena, dalam Perjanjian Lama, saat Tuhan mengucapkan Janji-Nya kepada Abraham bahwa melalui keturunannyalah, Abraham dijadikan sebagai Bapa segala bangsa, ALLAH mengucapkan Firman-Nya dalam janji itu dengan Sumpah. Sumpah demi Diri-Nya sebagai Sang Pencipta dan Pemilik Kehidupan. Dialah Ego Eimi. Dia bersumpah demi Diri-Nya karena tidak ada yang lain yang lebih tinggi dari Diri-Nya. Karena itu Dia sanggup menjadikan seluruh janji-Nya itu sebagai Janji YA dan AMIN. Karena itulah Janji-Nya bersyarat. Tetapi Kasih-Nya tidak bersyarat. Persyaratannya hanya "Percaya".
Mengapa disampaikan demikian?
Karena untuk menerima janji Allah, ada hal-hal yang perlu kita lakukan untuk itu.
Sedangkan untuk menerima Kasih Allah, kita tidak dapat melakukan sesuatu apapun untuk menerimanya. Kasih itu adalah anugerah Allah semata. Seperti ada tertulis: “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” Dan untuk menerima Kasih Allah, kita hanya perlu PERCAYA SAJA kepada Yesus Kristus. Bahwa Dia, Yesus Kristus Tuhan adalah Allah Sang Pencipta yang telah rela menjadi manusia dan menyerahkan Diri-Nya untuk mati di kayu salib buat penebusan dosa kita.
Dan untuk kita dapat tetap hidup dalam kekudusan, kita perlu menjaga hubungan dengan Allah dalam Kristus Yesus Tuhan. Sehingga keseluruhan hidup kita yaitu roh-jiwa-tubuh kita tetap terpelihara sempurna dan tidak bercacat sampai pada kedatangan Tuhan yang kedua.
- Hal Yang Kedua Hidup dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan.
Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan itu memerdekakan kita dari segala kutuk, ikatan, atau dari kematian. Hidup dalam kebenaran Firman Tuhan tidak akan membuat kita seperti anak yang terhilang yang dituliskan dalam perumpamaan Firman Tuhan.
Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan membuat kita hidup dalam pengharapan yang menghidupkan. Pengharapan itu konotasinya berbicara juga tentang iman. Karena pengharapan itu adalah fondasi kita tetap berjalan dalam iman kepada Kristus Yesus Tuhan. Karena itu ketika Tuhan datang, Ia akan melihat masih adakah orang-orang-Nya hidup dalam pengharapan kepada-Nya atau memiliki iman kepada-Nya.
Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan membuat kita hidup dalam kemuliaan dan berjalan terus dalam terang-Nya yang akan menerangi hati kita menuju pada janji-janji-Nya yang YA dan AMIN.
Mengapa Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan?
Seluruh Kebenaran Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Karena itu, kita wajib menghidupi keseluruhan dari Firman Tuhan itu. Bukan sebagian dari Firman Tuhan. Karena kita berada dalam Perjanjian Baru, lalu kita hanya belajar dan menghidupi Firman Tuhan dalam Perjanjian Baru saja. TIDAK! Tuhan Yesus Kristus datang bukan untuk meniadakan Perjanjian Lama. Tetapi menggenapinya. Bagaimana kita bisa hidup sungguh-sungguh dalam Perjanjian Baru kalau kita tidak belajar hidup dari Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama? Apakah Firman Tuhan itu berubah dari Perjanjian Lama menjadi Perjanjian Baru saja? TIDAK!
Karena itu, kita harus Hidup Dalam Seluruh Kebenaran Firman Tuhan. Karena Seluruh Kebenaran Firman Tuhan adalah Kasih-Kebenaran dan Kesempurnaan. Karena itu, Firman Tuhan itu tidak akan berubah dari dahulu, sekarang sampai ke masa yang akan datang. Selama-lamanya, tidak akan berubah.
Tujuannya kita Hidup Dalam Seluruh Firman Tuhan adalah (1) untuk kita tetap berada dan berjalan di jalur yang Tuhan Allah telah tetapkan, (2) untuk kita tidak tersesat ataupun terhilang atau bahkan menjadi penyesat, (3) untuk kita tetap berada dalam pengharapan sehingga kita berjalan dari satu iman kepada iman yang lain dan dari kemuliaan kepada kemuliaan, (4) untuk kita memahami cara beroleh seluruh kepenuhan janji-janji-Nya bagi kita dalam Kristus Yesus yang adalah Firman Yang Awal dan Yang Akhir, (5) untuk kita tetap berada dalam komunitas yang benar.
Jadi, dari pemaparan di atas, yang perlu kita lakukan untuk kita
bisa Hidup Bertumbuh Kembali Dalam Janji Tuhan dan mempertahankannya adalah dengan cara berpedoman pada Firman Tuhan dalam Surat Paulus kepada jemaat di 1 Tesalonika 5 ayatnya yang ke 16 sampai 22 yaitu:
- Bersukacita senantiasa dalam segala situasi dan kondisi, karena ada janji Allah yang tidak pernah berubah dan tidak pernah berdusta bagi orang-orang kudus-Nya. Jangan biarkan iblis mencuri sukacita kita. Karena dengan bersukacita, maka kita telah memproklamasikan keberadaan hidup kita sebagai orang-orang berkemenangan.
- Tetaplah berdoa sehingga kehidupan kita terjaga selalu dengan Sang Sumber Kehidupan yakni Allah Bapa dalam Kristus Yesus Tuhan. Karena doa merupakan nafas hidup orang-orang kudus Yesus Kristus Tuhan. Jangan biarkan iblis menghentikan kita bernafas dengan dakwaan-dakwaannya. Intimidasi-intimidasi tentang masa lalu kita yang sudah kita putuskan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus dengan meterai kuasa Darah-Nya yang kudus. Ingatlah bahwa masa lalu itu bukanlah sesuatu untuk dikenang hanya untuk menjadi boomerang pada akhirnya. Tapi jadikan masa lalu itu sebagai cermin untuk menata langkah kita tetap berada dalam Jalan Tuhan ke masa yang akan datang. Masa lalu itu bukanlah seperti teroris atau bayangan yang menghantui dan menakuti langkah kita bersama Tuhan. Tetapi jadikan dia pemacu untuk kita berkompetisi meraih kemenangan dan menerima janji-janji Tuhan.
- Mengucap Syukur Dalam Segala Hal. Karena dalam mengucap syukur, akan membuat janji-janji Tuhan itu semakin nyata terjadi dalam kehidupan kita.
- Jangan Padamkan Roh. Karena oleh Kuasa Roh-Nya sajalah kita tetap dapat hidup dalam kekudusan dan dapat membedakan kebenaran dan dusta serta dapat menjauhi segala kejahatan.
Dan syair Janji-Mu di bawah ini tercipta sebagai realitas dari kebenaran hidup dalam keseluruhan Firman Tuhan.
Janji-Mu Tuhan menghidupkanku
Janji-Mu Tuhan meneguhkanku
Ku berjalan dalam pengharapan
Akan Kemuliaan-Mu
Janji-Mu Tuhan menghidupkanku
Janji-Mu Tuhan meneguhkanku
Ku berjalan dalam Terang-Mu
Dalam Cah'ya Kemuliaan-Mu
Ku bersyukur kepada-Mu
Ku bermazmur hanya bagi-Mu Yesus
Kasih setia-Mu (yang) menghiburku
Dan ku berpegang pada Firman-Mu
Salam berkemenangan dalam Kasih dan Kebenaran yang Sempurna dari penulis.
Komentar
Posting Komentar