Kebenaran Penciptaan Manusia Terbentuk Dari Dua Unsur

2Tm3.16

Salam kasih dalan kebenaran yang menyempurnakan. Salam sejahtera dalam kasih Yesus Kristus yang sempurna.

Saudara saudari terkasih dalam Kristus Yesus, penulis kembali menyapa dengan tema Kebenaran Penciptaan Manusia Terdiri Dari Dua Unsur

Sebelum masuk ke pokok pembahasan, penulis mengawali mencantumkan perkataan Allah yang tertulis dalam buku Timotius (2Tm3.16) agar selalu mengingat bahwa: "Segala tulisan yang tertulis dalam Alkitab adalah merupakan tulisan yang diilhamkan Allah." Tulisan yang ditulis oleh orang-orang yang dipilih-Nya dan yang dipenuhi-Nya dengan otoritas Roh-Nya. Bukan dari pewahyuan hasil ritualisasi manusia (si penulis). Atau yang tiba-tiba turun dari sorga di tulis oleh jari ALLAH langsung. Bukan! Kecuali dalam hal 10 Perintah-Nya yang awal.

Mari penulis blogger mulai.
Telah diketahui sebagian besar manusia yang percaya akan adanya penciptaan dan tentang Allah Sang Pencipta, bahwa manusia adalah makhluk teristimewa dan yang paling sempurna yang Tuhan Allah ciptakan dari makhluk ciptaan yang lain. Selain karena memiliki akal budi dan kehendak, juga karena Tuhan ALLAH menciptakan manusia dengan di bentuk oleh Tangan Allah sendiri dan di desain serupa dan segambar dengan Allah. Bukan tercipta dari kloning atau dari evolusi. Pandangan Darwin tentang evolusi sebenarnya telah dia ralat setelah dia bertemu dengan Tuhan Sang Pencipta dan mengalami Kuasa-Nya. Dan dia mengakui kekuasaan Tuhan.

Kembali ke topik pembahasan. Mari di baca tulisan-tulisan yang diilhamkan Allah pada buku Kejadian 2.6-7 sesuai dengan gaya bahasa penulis blogger demikian: "Ketika Tuhan telah menciptakan langit bumi dan isinya dengan Perkataan-Nya, maka ada kabut membasahi bumi. Saat itulah Tuhan dengan Tangan-Nya membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup melalui hidungnya, sehingga manusia itu menjadi makhluk hidup."

Sangat jelas bisa di lihat dan dibaca dan di yakini kebenarannya bahwa manusia terbentuk dari dua unsur permanen yaitu tanah dan nafas (roh).

Tanah yang bagaimana? Masa tanah kering?
Mari di baca lagi kutipan perkataan Allah di atas......
Di atas penulis menuliskan kutipan yang mana terdapat: kabut - debu tanah - nafas (roh). Kabut itu membasahi bumi. Bisa saja tanah yang dipakai adalah tanah basah atau lembab. Tapi bagaimana dengan kata debu? Apa debu itu basah atau kering? Secara logis pastinya yang namanya debu pasti kering ya. Tapi jika di selidiki dari bahasa aslinya yang dijelaskan dalam bahasa Inggrisnya yaitu dry earth. Ini berarti secara logis dan dalam arti yang sebenarnya pun debu itu adalah tanah kering. Bagaimana mungkin? Mengapa bagaimana mungkin? Bukankah Tuhan adalah Sang Pencipta? Dia Allah Yang Mahakuasa! Adakah sesuatu mustahil bagi-Nya? Tidak! Apapun sanggup diperbuat-Nya jika Dia berkehendak!

Lalu bagaimana dengan tulisan dalam 1Ts5.23 dan Ib4.12?
1Ts5.23 dituliskan doa Paulus: "... semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna..." Dan Ib4.12 dituliskan: "Perkataan Allah seperti pedang bermata dua .... memisahkan jiwa dan roh..."

Pertanyaan bagus. Penulis blogger akan menjelaskan jawabannya dengan pertanyaan juga. Siapakah Allah itu? Manusiakah? Atau Sang Pencipta?
Jika Allah adalah Sang Pencipta, maka eksistensi Allah adalah Mahakuasa, Mahabijaksana, Mahatahu, Mahamengerti dan maha lain sebagainya yang serupa dengan eksistensi ke-Allahan-Nya.

Dengan penjelasan di atas ini, apakah saudara saudari sehati sepikir dengan penulis bahwa "roh jiwa" dalam doa Rasul Paulus merujuk kepada keseluruhan manusia itu. Unsur pembentukan manusia tetaplah dua. Mengenai jiwa, sesungguhnya karena nafas atau roh yang dihembuskan Allah ke dalam tanah, sehingga tanah itu menjadi manusia yang hidup. Dia menjadi sosok pribadi. Sama seperti Allah yang adalah Roh. Dia pun adalah pribadi yaitu pribadi Allah. Bukankah manusia diciptakan segambar dengan Allah Sang Pencipta? Jadi seperti Allah adalah sosok pribadi. Maka manusia pun sosok pribadi. Karena sama-sama sosok pribadi, dimana yang satu adalah yang hidup sebagai Allah dan yang satu lagi sosok pribadi sebagai Manusia. Dalam Pribadi Allah ada pikiran, perasaan dan kehendak, maka dalam pribadi manusia pun terdapat hal yang sama. Pikiran, perasaan dan kehendak inilah yang ditambahkan manusia berdosa sebagai bagian yang terpisah dari roh dan menyebutnya jiwa. Dengan kata lain, karena roh yang menghidupkan ada pada manusia, maka, dialah roh yang berpikir, berperasaan dan berkehendak. Jadi roh adalah jiwa dan jiwa adalah roh. Roh dan jiwa merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Jika pun dapat dipisahkan, itu hanya sanggup dilakukan oleh Sang Sumber roh itu yaitu Allah Pencipta. Dan ini merujuk pada buku Ibrani 4.12 dari pertanyaan di atas: "memisahkan jiwa dan roh."

Mohon di ingat dalam pembahasan penulis blogger dalam tema ini bahwa ALLAH adalah Sang Pencipta yang Mahakuasa dan Mahabijaksana serta Mahamengerti. DIA RELA dan BERKENAN "bergerak sesuai pemikiran atau logika manusia untuk membuat manusia mengerti maksud dan tujuan Allah berfirman." Meskipun masih banyak ada manusia juga tetap tidak mengerti bahwa unsur penciptaan dirinya terdiri dari dua unsur mutlak.

Ib4.12 ini dimaksudkan bahwa Perkataan Allah itu seperti pedang bermata dua yang berarti Perkataan Allah yang disampaikan bukan hanya untuk pendengar saja tetapi juga untuk yang menyampaikan agar sama-sama hidup di dalamnya. Jika tidak demikian maka seperti pedang itu memisahkan jiwa dan roh, demikianlah hidup manusia. Jika manusia hidup tanpa roh maka dia pasti mati. Tetapi jika manusia hidup tanpa jiwa, seperti apakah manusia jadinya? Jauh lebih buruk dari hidup tanpa roh. Karena dia menjadi seperti mayat hidup. Dan juga lebih mirip binatang. Mungkin seperti hidup raja Babel - Nebukadnezar ketika dia meninggikan diri dihadapan Allah. Dia dihukum menjadi seperti binatang. Mungkin seperti itu manusia tanpa jiwa.

Tentang roh dan jiwa adalah satu.
Dalam Alkitab ada tertulis seperti ini:
1. Pujilah Tuhan hai jiwaku
2. Betapa sulitnya pikiran-Mu ya Allah
3. Maka menyesallah Tuhan
4. Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu
5. Debu kembali menjadi tanah dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya
6. Apabila Allah mengambil roh manusia maka matilah mereka dan mereka kembali menjadi debu

Tulisan 1-4 merujuk kepada apa yang manusia sebut sebagai jiwa. Tulisan 5-6 merujuk kepada unsur pembentukan mamusia saat penciptaan.

Menyisir tentang pribadi sejalan dengan adanya roh dan jiwa. Maka keberadaan pribadi Allah adalah demikian: "Allah adalah Roh atau Allah adalah Pribadi Roh ketika Allah belum ber-inkarnasi sebagai Manusia dalam Yesus Kristus. Ketika Allah ber-inkarnasi, maka Dia adalah Pribadi Manusia. Tetapi , ketika Ia bangkit dari kematian, Dia menjadi Pribadi Roh dan Manusia. Pribadi Allah Manusia Sejati yang seimbang dan sempurna. Karena itu Dia - Allah Yesus dapat dipegang tubuh Kemanusiaan-Nya yang adalah tubuh kemuliaan." Apakah hal ini juga mustahil? Sekali lagi, Tidak!

Menyisir tentang pemisahan roh dan jiwa. Pernahkah di baca tulisan yang diilhamkan Allah demikian: "Jika manusia mati, maka roh dan jiwanya kembali kepada Allah sumber segala roh dan tubuhnya kembali ke asalnya?" Tidak! Tetapi yang ada ialah: "debu kembali menjadi tanah dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. (Pk12.7) Juga: "Apabila Allah mengambil roh manusia, maka matilah mereka dan mereka kembali menjadi debu." (Mz104.29) Tidak pernah ada di baca dalam Alkitab bahwa roh dan jiwa kembali kepada Allah, jika manusia terdiri lebih dari dua unsur yakni tiga unsur yaitu roh-jiwa-tubuh. Jika manusia terdiri dari tiga unsur, roh kembali kepada Allah, tubuh kembali menjadi tanah, lalu kemanakah jiwa pergi?
Di luar dari Kebenaran Alkitab, tiga unsur ini ada. Bahkan lebih dari tiga pun ada. Mereka meyakini bahwa tubuh kembali ke asalnya, roh kepada sumbernya dan jiwa seperti embun yang lenyap ketika terkena cahaya matahari. Karena itu aliran yang demikian ketika ada kerabat atau keluarga meninggal, jasadnya tidak boleh kena sinar matahari langsung.

Munculnya pemahaman unsur manusia lebih dari dua, karena manusialah yang menambahkannya. Mereka memisahkan roh yang berpikir berpersasaan dan berkehemdak itu sebagai unsur terpisah dengan menyebutnya jiwa. Mereka adalah pribadi yang berkehendak. Mereka menggunakan kehendak sebebas-bebasnya seperti yang dikehendaki. Mereka tidak terkendali ketika telah jatuh dalam dosa. Mereka terus melanggar dan terus menyimpang. Mereka semakin jahat. Mereka semakin jauh keluar dari hukum-hukum Allah yang Allah tetapkan seperti police line. Manusia sudah kehilangan rasa hormat dan takut sehingga police line pun di rusak. Demikian keadaan manusia yang masih berada di bawah kuasa dosa.

Pertanyaannya adalah: "Apakah Allah setuju dengan penyimpangan itu dan Apakah Allah membenarkannya?
Jawabannya: "Tidak!"
Seperti bagian yang penulis blogger tulis untuk di ingat, ALLAH adalah Sang Pencipta yang Mahakuasa Mahabijaksana dan Mahamengerti keseluruhan manusia yang di Ciptakan-Nya.
Allah tidak membenarkan penyimpangan atau pun pelanggaran. Tetapi Allah bisa memakai hal itu untuk menunjukkan kebesaran kasih, kuasa dan kemuliaan-Nya dalam Kasih dan Kebenaran yang Sempurna. Bukankah Dia Allah Yang Mahakuasa, Mahamengerti, Mahatahu dan yang serupa dengan eksistensi-Nya?

Pengertian dan kebijaksanaan Allah, Kasih dan Kuasa-Nya tidak dapat di ukur luasnya. Tidak dapat diselami dalamnya. Dan tidak dapat di jangkau tingginya. Maka, Dia pasti jauh lebih sangat tahu yang terbaik bagi manusia dan mengerti maksud dan tujuannya. Dan bagi-Nya, bukanlah sesuatu yang salah jika apa yang di pandangan-Nya itu tidak salah. Jika Dia berkehendak bergerak seirama dengan cara pikir, jalan hidup dan cara pandang manusia. Semua di lakukan-Nya hanya untuk satu tujuan yaitu demi menyatakan bahwa Dia adalah Allah Yang Mahabijaksana. Dan demi Kemuliaan-Nya sematalah semua itu. Jika tidak, bagaimana mungkin Dia merancangkan penebusan, pengampunan, pendamaian, pembenaran, penyucian dan pemuliaan bagi manusia berdosa dengan menjadi manusia?

Meskipun demikian ALLAH yang kita miliki, tetap saja masih banyak manusia yang tidak memahami Kedaulatan Allah.

Karena itu, patut di syukuri bahwa bagi gereja Tuhan, memiliki Tuhan seperti Allah yang berkenan berdiam di tengah umat-Nya sebagai manusia dan memberikan Nama-Nya dalam Kemanusiaan-Nya sebagai Allah agar manusia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dan dengan Nama-Nya, manusia beroleh kemenangan yang membuatnya menjadi orang-orang yang lebih dari pemenang. Sebab di dalam Nama-Nya ada kuasa yang sanggup merubuhkan benteng-benteng, mematahkan siasat orang, menghancurkan kubu-kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah, menawan segala pikiran dan menaklukkannya di dalam Nama-Nya itu, yaitu dalam Nama Yesus Kristsus Tuhan

Selamat belajar. Semoga ditambahkan hikmat untuk mengenal kebenaran Allah lebih lagi.
Dan tulisan ini memberkati saudara saudari semua. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kasih dan Kebenaran yang Sempurna