Kepercayaan Dalam Kebenaran
Hai orang-orang kudus Tuhan, orang-orang yang dibenarkan dalam Kristus Yesus. Salam jumpa kembali dalam tema: " Kepercayaan Dalam Kebenaran " yang diambil dari tulisan dalam buku Tawarikh
2T20.20: "... Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil !"
Kepercayaan dari kata percaya adalah satu kata yang sederhana tapi bobotnya bisa memberi dampak bagi diri sendiri dan orang lain.
Jika dihubungkan dengan relasi manusia dengan Tuhan, kata percaya dapat mengubahkan hidup manusia dan mampu menggerakkan Tuhan Allah melakukan berbagai hal yang ajaib dan dahsyat bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Dan jika dihubungkan dengan relasi sesama manusia, maka, kata percaya:
1. Dapat menguntungkan keduanya. Di sini ada seseorang yang selalu MEMBERI untuk mendapatkan yang terbaik dan ada seseorang yang selalu MELAKUKAN untuk menerima yang terbaik. Karena seseorang yang di beri kepercayaan, dia akan berusaha dan terus melakukan yang terbaik bagi orang yang telah memberinya kepercayaan. Sedangkan seseorang yang lain, yakni dia yang memberi kepercayaan, dia akan mendapatkan segala yang terbaik yang dia ingin terima dari orang kepercayaannya. Keduanya saling memberi dan menerima. Dan ketika salah satunya mengalami suatu kegagalan, seseorang yang lain masih tetap memberi kepercayaan. Mereka tetap saling menjaga kepercayaan. Karena keduanya menyadari sama-sama menerima yang terbaik. Baik yang memberi kepercayaan maupun yang di beri kepercayaan.
2. Menguntungkan satu pihak saja yaitu bagi yang memberi kepercayaan. Karena dia merasa memberi, maka orang lain yang di berinya kepercayaan punya kewajiban yang harus dilakukan untuk memberikan yang terbaik kepada si pemberi. Dan ketika dia sekali gagal melakukan sesuatu hal, maka hubungan mereka terputus. Karena si pemberi hanya ingin mendapatkan tanpa tahu bagaimana pun caranya. Atau sebaliknya. Seseorang yang di beri kepercayaan, justru menjadikan hal itu sebagai kesempatan untuk mendapatkan segala keinginanannya. Sehingga apa pun dilakukan meski harus merugikan si pemberi. Karena dia merasa telah melakukan yang terbaik. Bahkan lebih dari yang diharapkan. Sehingga kelebihan ini di anggap sebagai haknya yang harus dia dapatkan.
3. Merupakan kata yang sulit di dapat dan sulit di berikan karena trauma di masa lalu atau karena mengacu pada suatu hal yang vital. Sehingga orang yang demikian akan sangat memilih orang yang akan di percayainya sesuai pandangannya dan sudah di akui kredibilitas orang tersebut dengan melihat pengalaman dan nama baik yang disandangnya sebagai sebuah kehormatan.
Di sini penulis tidak berkeinginan membahas mana yang benar dan salah tentang kepercayaan yang dihubungkan dengan relasi sesama manusia pada tiga hal di atas. Tapi penulis hanya memberikan yang benar adanya sebagai sesama manusia adalah no. 1 mengandung pengertian bahwa mereka sama-sama mengerti hidup takut akan Tuhan dan no. 3 mengandung pengertian bahwa perlu Hikmat Allah dalam bertindak melakukan kebenaran Firman-Nya.
Akan tetapi dalam tema ini yang ingin penulis tekankan adalah kata "Percaya" dari kepercayaan. Karena hal ini mengandung kekuatan yang sanggup mengakselerasi waktu Allah untuk menggenapi janji-janji-Nya. Karena hanya kata "percaya" ini saja yang menjadi tuntutan Allah kepada umat manusia untuk mereka dapat menerima seluruh janji-janji-Nya dan memiliki kesanggupan melakukan seluruh kehendak-Nya. Seperti yang penulis pahami tentang eksistensi Allah bahwa: "Kasih-Nya dilimpahkan secara cuma-cuma atau tanpa syarat kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Tetapi, seluruh janji-janji-Nya bersyarat untuk umat-Nya beroleh kelayakan atau perkenanan-Nya dalam menerimanya atau melakukan apapun di dalam Dia."
Sebab, siapa yang seperti Allah Tuhan dalam Kristus Yesus, yang berkenan berinkarnasi sebagai manusia menurut kerelaan hati-Nya dan telah mengosongkan Diri-Nya, berdiam di tengah-tengah umat-Nya, memberikan Nama-Nya - Tubuh-Nya - Darah-Nya di Kayu Salib sebagai korban bagi penebusan - pendamaian - pembenaran - penyucian - pemuliaan manusia berdosa agar tidak binasa karena dosanya? TIDAK ADA! Tidak ada satu pun yang di sebut sebagai Allah Tuhan seperti Allah dalam Kristus Yesus yang dapat melakukan semua ini. Dia Allah Yang Mahakuasa, Mahasuci, Mahabesar dan Maha segalanya seturut dengan eksistensi ke-Allahan-Nya, yang begitu rela dalam Kehendak-Nya merendahkan diri bagi manusia ciptaan-Nya agar bisa kembali bersekutu dengan-Nya, hidup dalam damai sejahtera dan dalam kebahagiaan yang tertinggi dan sempurna.
Pernahkah di baca selain dari bacaan dari tulisan-tulisan yang diilhamkan Allah yang menuliskan bahwa Dia Allah Pencipta dengan Kuasa Roh Kudus-Nya berkehendak dikandung dalam rahim "wanita perawan" -- dikandung dalam rahim perawan yang memiliki pertalian dosa yang dilakukan Adam, dilahirkan layaknya manusia berdosa lahir, memberikan diri-Nya diperlakukan layaknya manusia berdosa - tidak di hormati - di hina - di caci - di fitnah - di pukuli - di ludahi - di cambuki, dan memberi Diri di pakukan di Kayu Salib dengan di mahkotai duri dan dengan telanjang, padahal tidak berdosa sama sekali? Tidak pernah!
Dia dikandung bukan dengan hasil persetubuhan suami istri, itu pasti. Dia dikandung dalam rahim dosa dan lahir secara manusia lahir, tapi tidak ada satu pun noda dosa melekat pada Diri-Nya. Bahkan ketika Dia memberitakan tentang kebenaran Diri-Nya, tidak satu dusta pun keluar dari mulut-Nya sebagai bukti bahwa Dia manusia berdosa sampai Dia di salib dijadikan terkutuk tapi bukan kutuk atas dosa-Nya karena pemberitaan Diri-Nya dalam Kebenaran karena tidak ada dosa setitik pun dalam Diri-Nya melainkan kutuk dosa seluruh manusialah yang menjadi alasan Dia disalibkan. Dan tidak satu pun perkataan kutuk keluar dari mulut-Nya sebagai rasa tidak terima diperlakukan sedemikian oleh umat ciptaan-Nya. Yang membuktikan bahwa Dia adalah benar dan tanpa dosa. Dialah Yang Kudus dari Allah. Bukan Allah - Manusia Dosa melainkan Allah Manusia Kebenaran Sejati. (Lihat pembahasan pada situs sebelumnya).
Semua hal tersebut tidak ada di dalam Pribadi yang di sebut Allah dan Tuhan siapa pun kecuali di dalam Allah Sang Pencipta alam semesta di dalam nama yang Dia perkenankan untuk manusia memanggil-Nya sebagai Abba Bapa, yaitu di dalam nama Yesus Kristus. Semua dilakukan-Nya karena Kasih-Nya yang begitu besar kepada seluruh umat manusia. Kasih yang tanpa syarat diberikan kepada manusia dengan limpahnya sebagai bukti bahwa Dialah Allah yang panjang sabar dan setia.
Akan tetapi, Allah menuntut satu persyaratan bagi seluruh umat manusia yang hendak masuk dalam Kasih-Nya untuk menerima seluruh janji-janji-Nya dan memiliki kesanggupan melakukan segala kehendak-Nya, yaitu dengan "PERCAYA." Percaya bahwa Allah telah menyatakan Kasih-Nya dan Kuasa-Nya bagi keselamatan dan damai sejahteranya serta Kemurahan-Nya hanya ada dalam Yesus Kristus.
Karena itu: "Percayalah kepada Tuhan, dan kamu akan tetap teguh bahwa Dialah Allah penyelamat dan penggenapan dari seluruh janji yang diuntukkan bagi umat manusia yang percaya kepada-Nya di dalam nama Kristus Yesus."
Kepercayaan yang teguh kepada Allah Tuhan, bagi orang-orang kudus-Nya tidaklah sulit untuk diberikan kepada-Nya. Percaya - berserah - berusaha. Dan orang-orang percaya-Nya pasti mampu melakukannya karena Kuasa-Nya yaitu Roh Kudus-Nya ada dalam hidup kita.
Tetapi bagaimana dengan kepercayaan kepada pengantara pesan Allah atau penyambung lidah-Nya yang akan diberikan sebagai wujud bahwa sebagai umat-Nya, orang-orang yang dibenarkan-Nya juga harus percaya kepada mereka sehingga beroleh keberhasilan?
Sesungguhnya juga tidaklah terlalu sulit untuk melakukannya. Percaya - biarkan mereka berurusan tanggung jawab sama Tuhan.
Tetapi, jika mereka membuat seseorang yang percaya padanya tergelincir dan bahkan terjatuh, sangat menyayat hati ketika mereka membasuh tangan sebagai tanda tak bersalah dan tak bertanggungjawab atas kejatuhannya. Kejatuhannya di anggap karena kesalahannya sendiri yang masih terbelenggu. Waow luar biasa kasihan bukan? Sangat berbeda jauh dengan ketika Tuhan mengijinkan pencobaan maka Dia bertanggungjawab memberi kekuatan dan bahkan jalan keluar. Dia tetap mendampingi sampai bangkit lagi dan meraih kemenangan. Tanpa membasuh tangan tanda tak bersalah karena Allah memang tidak bersalah.
Sedangkan manusia, kejadian yang demikianlah yang membuat kepercayaan kepada sesama melahirkan skeptisisme. Padahal Allah mempercayakan kepada mereka tanggung jawab penggembalaan untuk menggembalakan kawanan kambing - domba-Nya. Yang mana seharusnya kewajiban merekalah mengarahkan, membimbing, mendidik, membalut, menyegarkan, memuaskan dan menuntun mereka dengan memperkenalkan kawanan kambing - domba-Nya kepada kekuatan kebenaran Firman-Nya dan kepada segala kebaikan Allah. Bukan membuat kawanan-Nya tersandung dan terjatuh.
Bukankah ada tertulis: "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" — demikianlah firman TUHAN. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN. Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. " (Yr.23.1-3).
Ngeri benar dengan replik Allah yang demikian. Meskipun Allah tidak dapat menyangkal Kasih-Nya yang besar, yang akan selalu mengampuni kesalahan dan pelanggaran. Namun, keadilan-Nya tidak dapat diabaikan. Bahkan menjadi ultimatum yang menjadi vonis akhir bagi orang-orang yang mempermainkan kasih dan keadilan-Nya.
Bagi para pemimpin dan atau bagi sesiapapun yang dipercayakan Allah tugas dan tanggung jawab untuk menggembalakan entah dengan karunia kenabian, kerasulan, penginjilan, gembala atau pengajaran, lakukanlah tugas dan tanggung jawab itu dengan benar. Agar kawanan kambing - domba Allah itu dapat meraih keberhasilan mereka bersama Tuhan Allah Yang Mahabaik dan Mahapengasih. Sehingga kawanan tersebut dapat mengenal Allah dengan benar dalam hidup mereka sehingga mereka dapat tetap teguh di dalam Tuhan di dalam kekuatan Kuasa-Nya.
Bukankah orang-orang percaya-Nya, kawanan domba dalam Yesus Kristus adalah Imamat Rajani? Jadi berlakulah sebagai imamay tajani yang dipercayakan untuk membentuk imamat rajani juga dalam Kristus Yesus Tuhan.
Dan satu pesan bagi orang-orang kudus Allah, orang-orang yang telah dibenarkan-Nya, pandanglah selalu kepada Dia yang menuntun jiwa manusia kepada keselamatannya yaitu kepada hidup yang kekal. Hanya Dialah yang Mahasempurna. Manusia bisa salah, tetapi Dia tidak akan pernah salah meskipun manusia yang percaya kepada-Nya telah disempurnakan di dalam Dia. Tetapi ketika mereka masih ada di dunia ini, mereka masih berjuang dengan perbuatan-perbuatan daging yang melekati diri mereka dan juga semua orang percaya untuk mereka mengerti dan memahami bahwa hidup tanpa Allah, manusia tetaplah manusia daging yang akan tunduk kepada daging. Tetapi mereka yang di tuntun dan mengandalkan kekuatan Allah, merekalah yang akan hidup dalam pimpinan Roh untuk selalu berkemenangan.
Hanya satu hal saja yang di tuntut Allah pada orang-orang kudus-Nya, orang-orang yang dibenarkan-Nya, yaitu: "PERCAYA SAJA!"
Percaya kepada Dia Allah dan Juruselamat yaitu Yesus Kristus dan serahkan hidup kepada-Nya, maka segala yang terbaik akan di terima sebagai ahli waris yang berhak menerima seluruh kepenuhan janji-jani-Nya. Penyerahan diri yang diliputi kuasa Roh untuk Kemuliaan-Nya bukan kekuatan diri untuk kemuliaan diri sendiri yang membinasakan diri dan juga dapat berdampak kepada kematian yang lainnya.
Dengan hanya percaya saja kepada Allah dalam Kristus Yesus, orang-orang percaya itu akan menerima keselamatan jiwanya dari penderitaan yang tiada berakhir dalam baptisan Kristus Yesus. Mereka juga dapat mencapai kesempurnaan sebagai kebahagiaan hidup yang tertinggi dalam kedatangan Kristus Yesus di awan. Mereka beroleh minum dari sumber air kehidupan yang melegakan jiwa yang dahaga dan tidak akan haus lagi karena kepuasan yang dianugerahkan-Nya di dalam hadirat-Nya sepanjang masa dalam kehidupan Kristus Yesus. Mereka akan melihat terang yang akan menerangi jiwa mereka dalam penerangan sejati dalam Kristus Yesus. Mereka akan menjadi satu dalam kesatuan dengan sumber roh segala makhluk di dalam Tubuh dan Darah Kristus Yesus. Mereka akan memerintah dan menjadi hakim bersama dengan Imam Besar Agung di akhir zaman atau yang disebut dengan hari kiamat atau zaman kali yuga dalam Kristus Yesus. Dan mereka berada dalam hidup yang kekal di kekekalan masa yang akan datang dalam Kristus Yesus. Serta hidup dalam damai sejahtra dan sukacita yang berlimpah di masa sekarang, esok dan di masa depan dalam kelimpahan kekayaan di dalam Kristus Yesus.
Jadi percayalah kepada Allah dalam Kristus Yesus. Dan Ia akan bertindak. Dia akan memberikan segala yang terbaik dalam perkenanan-Nya. Sebab segala Firman-Nya adalah kebenaran. Kebenaran yang memerdekakan setiap orang percaya dari penderitaan akibat kutuk dosa, baik sakit penyakit, kelemahan, kegagalan dan atau pun kemiskinan. Kebenaran yang akan mendudukkan orang-orang percaya bersama-sama para bangsawan dan menjadi berharga dan mulia di pandangan Allah serta manusia. Kebenaran yang membebaskan kemah orang-orang percaya dari segala macam tulah. Kebenaran yang membenarkan orang-orang percaya sebagai yang berhak menjadi ahli waris segala yang terbaik dalam Kerajaan-Nya.
Dan hal yang harus dilakukan adalah mempersembahkan hidup sebagai korban persembahan yang hidup, kudus dan yang menyenangkan-Nya dengan membaca, merenungkan dan melakukan setiap Firman-Nya dengan setia dan menjadi gaya hidup sehari-hari.
Salam penuh damai dan sejahtera yang berlimpah dalam kepercayaan yang teguh kepada Kristus Yesus. Amin.
Komentar
Posting Komentar