Memandang dan Memahami Masa Lalu Dalam Kebenaran
Hai orang-orang kudus Kristus. Kembali bersama belajar di sini.
Kali ini pembelajaran yang penulis bagikan adalah bagaimana Memandang dan Memahami Masa Lalu Dalam Kebenaran. Agar dalam kehidupan ini penulis dan pembaca tidak terus berada di belakang. Melainkan melupakannya dan maju menapaki kemenangan hari ini dan masa depan untuk hidup benar bagi Kemuliaan Tuhan dan bagi diri sendri di dalam Dia.
Seperti tulisan yang diilhamkan Allah dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi, demikian:
"...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."
Mari bersama membaca dan merenungkan dan melakukan apa yang dipesankan dalam tulisan di bawah ini:
Arti Masa Lalu
Masa lalu adalah suatu masa yang ada di belakang yang keberadaannya bukan untuk di kenang, bukanlah sesuatu untuk dihidupi, bukanlah sesuatu untuk di takuti atau bukanlah sesuatu yang dipakai sebagai boomerang yang digunakan untuk menyerang orang lain dan kembali kepada diri sendiri, bukan dipakai sebagai pemantik api yang membakar kedamaian, bukan dipakai sebagai mesiu yang melesat ke dalam pusat kehidupan, bukan dipakai sebagai pembunuh iman atau penghalang destinasi.
Masa lalu adalah sebuah cermin untuk membuat seseorang mengerti akan keadaan dirinya, untuk dapat memahami orang lain, menjadi acuan hidup, mengubah karakter dan untuk mengetahui kasih yang tulus-kudus dan sejati.
Jika di dalam diri, masa lalu menjadi hantu yang selalu membayangi dan membuat statement untuk menghindar dan bahkan bersembunyi dari padanya karena dia datang mengganggu dan menakuti, maka, ada hal yang belum bahkan tidak beres dalam diri ini. Ada hal yang belum terbebaskan atau dimerdekakan dalam diri ini.
Ada tertulis: "..kamu telah di merdekakan..." (Y8.37; G5.1,13)
Maksudnya adalah bahwa kemerdekaan dari kata dasar merdeka, memiliki arti: merdeka dari perbudakan, merdeka dari ketakutan, merdeka dari intimidasi, merdeka dari belenggu - penjara - keterikatan dan merdeka dari kutuk.
Jadi, mengapa masih ada sesuatu yang belum dibebaskan atau ada yang tidak dibebaskan?
Karena ada dosa yang enggan untuk diakui dan di rekonsiliasi, tidak merasa bersalah saat membuat seseorang berdosa, tidak berani ditinggalkan dan kesepian, dan tidak berani malu dengan adanya pengakuan dosa.
Kalau demikian halnya, cenderung diri ini menjadi skeptisisme, suka menghakimi, menghindari pertemuan atau menghindari komunikasi dengan seseorang yang menjadi masa lalunya, merasa terganggu, dan bersembunyi di balik topeng.
Bagaimana caranya terlepas dari masa lalu yang sampai membuat diri ini selalu mengalami mimpi buruk?
Tidak ada cara lain selain: "Pengakuan Dosa, Hidup Dalam Pengampunan dan Mengampuni, Rekonsiliasi Dengan Sebab Akibatnya."
Bukankah pengakuan dosa itu hanya diri kita dengan Tuhan? Karena itu Dia - TUHAN pasti berdaulat dan mengambil alih dan memegang kendali kehidupan kita.
Jadi, jangan pernah takut dan malu mengaku dosa dan merekonsiliasinya. Jangan pernah merasa hina dan tak layak. Sekiranya bersungguh-sungguh dengan hati yang suci untuk meninggalkan dan melupakan masa lalu itu, Dia, Tuhan dan Raja yang Kekal, Dia sanggup memulihkan dan membawa kepada kemuliaan-Nya yang besar. Jangan menjadi terlalu bijak untuk mengakui kesalahan. Semua bertanggung jawab secara pribadi dengan Tuhan. Jangan biarkan Terang Tuhan menjadi gelap dalam diri ini karena kesalahan dan dosa. Jangan hanya mau mendengar atau berbicara tetapi tidak mau menjadi pelaku. Takutlah akan Tuhan. Sebab di dalam Dia ada kehidupan, dan kesejahteraan yang berlimpah-limpah. Dan karenanya, tidak perlu membangun dinding pencakar langit untuk menghindari pertemuan yang merupakan bagian dari masa lalu dan menstigmanya sebagai pengganggu.
Jadi, lupakanlah masa lalu. Tinggalkanlah semuanya itu. Berlarilah mengejar dan mencapai apa yang Tuhan telah sediakan sebagai apresiasi Kasih-Nya kepada umat-Nya.
Selamat berjalan bersama Allah Tuhan yang di dalam Kristus tidak ada sesuatu pun yang tidak mungkin untuk membuat diri ini melupakan dan meninggalkan apa yang ada di belakang dan menolong mengarahkan pandangan ke depan dan meraih kemenangan dalam keseluruhan janji-janji-Nya. Amin.
Selamat berjalan bersama Allah Tuhan yang di dalam Kristus tidak ada sesuatu pun yang tidak mungkin untuk membuat diri ini melupakan dan meninggalkan apa yang ada di belakang dan menolong mengarahkan pandangan ke depan dan meraih kemenangan dalam keseluruhan janji-janji-Nya. Amin.
Komentar
Posting Komentar