Mengenal Diri sendiri Dalam Kebenaran

Saudara saudari terkasih, salam kasih dan kebenaran dalam Kristus penulis ucapkan.
Hari ini penulis berbagi catatan dengan tema: Mengenal Diri Sendiri Dalam Kebenaran.

Tema ini dimaksudkan untuk penulis dan pembaca bisa menjadi cermin yaitu jawaban yang benar, sehingga orang lain berubah ke arah yang benar. Dan dasar kebenaran yang penulis jadikan acuan adalah buku Matius 7.3-5 yang tulisannya sebagai berikut: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu tidak engkau ketahui? Bagaimana engkau dapat mengeluarkan selumbar itu, padahal ada balok di matamu? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Kebenaran ini akan menuntun penulis dan pembaca untuk mengenali diri sendiri terlebih dahulu dengan lebih baik. Sehingga penulis dan pembaca pasti akan dapat mengenali orang lain dengan baik dan memberi pertolongan kepadanya.

Pengenalan diri adalah pengetahuan yang menunjukkan kepada diri sendiri - siapakah diri ini dan harus menjadi seperti apakah diri ini? - Supaya nantinya dapat hidup dengan damai dan mendatangkan kebaikan saat ini dan beroleh kebahagiaan di masa yang akan datang. Seperti ada tertulis dalam buku Efesus 5.15-16 demikian: "...perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup ... dan pergunakanlah waktu yang ada ..."

Mengenali diri dilakukan dengan mengintrospeksi diri bercermin pada diri sendiri. Lalu ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar permasalahan manusia pada umumnya dan berikan jawaban-jawaban yang sebenar-benarnya. Misalnya:
1. Siapakah kamu?
2. Apakah kamu suka keadilan atau ketidakadilan?
3. Apakah kamu seorang pemarah atau pendamai?
4. Bagaimana kamu menyelesaikan masalah yang kamu hadapi?
5. Mengapa kamu harus melakukan apa yang tidak bisa kamu lakukan?
6. Siapakah yang lebih ingin kamu utamakan?
7. Berapa besar kamu rela berkorban?
8. Kapan kamu bisa menyelesaikan konflik batinmu?
9. Dapatkah kamu menemukan jalan keluarmu?
10.Siapa yang kamu cari ketika kamu mengeluhkan pergumulanmu?
11.Bagaimana kamu menolong dirimu sendiri?
12.Apa yang kamu lakukan ketika ada orang membuka rahasia hidupmu?
13.Yang manakah lebih menguasaimu, "mata dan telinga atau lidah?"
14.Apa yang kamu pikirkan ketika ada orang memerlukan bantuanmu?
15.Bagaimana kamu menanggapi kesusahan orang lain? Dan lain sebagainya.

Ketika memberi jawaban yang sebenar-benarnya pada diri sendiri, maka, ketika penulis dan pembaca diperhadapkan dengan orang lain, dan saat itu, jika jawaban-jawaban yang diberikan di atas 75% tepat dengan kebutuhan orang tersebut, itu berarti, penulis dan pembaca telah berhasil mengenali diri sendiri secata utuh. Sehingga penulis dan pembaca dapat mengenali orang lain dengan baik. Karena penulis dan pembaca telah berhasil mengeluarkan balok di mata diri sendiri, sehingga selumbar di mata orang lain dapat terlihat dengan jelas dan selumbar itu dapat dikeluarkan dari matanya. Dan penulis dan pembaca tidak menjadi orang yang munafik dan senantiasa memperhatikan secara seksama bagaimana cara hidup yang benar dan mempergunakan waktu dengan benar.

Ada beberapa unsur penting untuk Mengenal Diri Sendiri Dalam Kebenaran diantaranya adalah dengan keterbukaam, kejujuran, interioritas, dan perubahan. Inilah kebenaran yang sungguh-sungguh benar. Tidak ada satu orang pun yang bisa menjadi seseorang yang dahsyat sebelum dia mampu mengenali dirinya sendiri. Jika seseorang bisa menerima dirinya sendiri dengan baik, jika dia hidup benar dengan hati nurani yang benar, ini berarti sumber sukacita murni bagi dirinya.

Tiga hal yang boleh dikatakan sebagai semboyan sukses menjadi dewasa yang increase in Christ yaitu:
1. Kejujuran - mengakui keberadaan diri sendiri apa adanya. Dengan demikian menjadi mudah untuk dipulihkan.
2. Lakukan transformasi sampai terjadi reformasi.
3. Selalu positif dalam mendengar, memandang dan menanggapi segalanya.
Contoh:
Jika ada orang menggosipkan, ngomongin dibelakang, berilah respon "aku ada jauh di depan mereka."
Jika ada orang merendahkan, berilah respon "aku ada jauh lebih tinggi dari mereka."
Jika ada yang iri, berilah respon "aku jauh lebih sukses dari mereka."
Jika ada orang yang bicara buruk, berilah respon "aku jauh lebih baik dari mereka."
Jika ada orang berdiri di atas gunung dan berkata kepadamu: "Betapa kecilnya kamu di pemandanganku." Maka berilah respon: "sesungguhnya betapa tingginya kamu ada di gunung tinggi itu, tapi di pemandanganku engkau tampak begitu kecil."
Dan yang lebih dahsyat lagi, ingatlah bagaimana diri ini dibentuk ketika Tuhan menciptakan. Jadi katakanlah pada diri sendiri: "AKU ADALAH DIRIKU DAN AKU BERHARGA DAN MULIA, KARENA TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN BARANG RONGSOKAN".

Dalam semuanya itu tetaplah realistis. Berpikirlah sesuatu yang sepatutnya dipikirkan. Jangan berpikir terlalu tinggi dari apa yang patut dipikirkan. Agar dapat menguasai diri menurut ukuran iman yang Allah anugerahkan. (R12.3).

Lakukanlah refleksi, re-evaluasi, dan re-interpretasi.
Sama seperti makanan jasmani. Bukan apa yang di telan yang mempengaruhi baik buruknya kesehatan, melainkan apa yang di cerna. Maksudnya adalah makanan apa pun kita bisa telan, tapi apakah bisa di cerna dengan benar di dalam saluran pencernaan?
Introspeksi jangan berlebihan dan tolaklah perbandingan.
Seperti ada tertulis: "Kami tidak berani menggolongkan diri atau membandingkan diri dengan orang-orang yang memuji-muji diri sendiri dengan ukuran mereka sendiri. Itu adalah kebodohan. Kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan sesuai batasan yang di patok Allah." (2Kr10.12-13).

Akhir kata:
Karena itu perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (E5.15)
Kerjakanlah segala sesuatu dalam Kebenaran Kristus Yesus Tuhan dengan Kasih - Kesetiaan - Komitmen - Keterbukaan dan Konsiliasi. Milikilah pemahaman cara hidup benar dengan respon positif dalam Kuasa Roh Kudus.

Diberkatilah selalui demi kemuliaan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kasih dan Kebenaran yang Sempurna